Tampilkan postingan dengan label Tugas Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Mei 2012
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tujuan dan Sasaran Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu. Walaupun manusia pada dasarnya adalah omnivora, namun suatu kelompok masyarakat biasanya memiliki preferensi atau pantangan terhadap beberapa jenis makanan. Berbeda dalam penyebutan dibeberapa negara, dalam bahasa indonesia, kata “Diet” lebih sering ditunjukkan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu. Dalam perkembangannya, diet dalam konteks upaya mengatur asupan nutrisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu : ●Menurunkan Berat (massa) badan misalnya bagi model atau aktris yang ingin menjaga penampilannya. ●Meningkatkan Berat (massa) badan misalnya bagi olahragawan atau atlet binaraga yang ingin meningkatkan massa otot. ●Pantang terhadap makanan tertentu misalnya bagi penderita diabetes(rendah karbohidrat dan gula). Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik kualitas (fungsinya), maupun kuantitas (jumlahnya). Direktorat gizi Depkes pada tahun 1995 telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Diet gizi seimbang adalah konsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil yang terdiri dari menu yang beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proprosi yang sesuai. 1.2 Hipotesa atau Masalah Hipotesa atau masalah yang harus diperhatikan, yaitu : 1. Asupan zat gizi seimbang pasien yang sesuai dengan pasien 2. Ketidasesuaian diet dengan konsumsi zat gizi seimbang pasien 3. Tingkat pengetahuan gizi seimbang yang sesuai dengan pasien Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan makan dan kesesuaian diet pasien. Membantu pasien dalam membuat kebijakan untuk memberikan pengetahuan gizi yang seimbang. 1.3 Ruang Lingkup telaah Perawat merupakan profesi yang unik, profesi yang menangani respon manusia dalam menghadapi masalah kesehatan, dan secara esensial menyangkut kebutuhan dasar manusia. Perawat harus dapat mengkaji kapan suati data indikasi adanya masalah, dan perlakan seperti apa untuk mengatasi masalah kesehatannya dan memenuho kebutuhna dasarnya. Keperawatan pada dasarnya adalah human science and human care; dan caring menyangkut upaya memperlakukan klien secara manusiawi dan utuh sebagai manusia yang berbeda dari manusia lainnya (Watson, 1985). 1.3.1 Peran Perawat Sebagai Pendidik A. Peran Edukator 1. Pembelajaran yang merupakan dasar dari semua tahap kesehatan dan tingkat pencegahan. 2. Perawat harus mampu mengajarkan tindakan peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit,memberikan info yang tepat tentang kesehatan. B. Peran Pengamat Kesehatan Mengkoordinir monitoring terhadap perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang menyangkut masalah kesehatan melalui kunjungan rumah,pertemuan, observasi, dan pengumpulan data. C. Peran Koordinator Pelayanan Kesehatan Mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan puskesmas dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim kesehatan lain sehingga pelayanan yang diberikan merupakan kegiatan yang menyeluruh. D. Peran Koordinator Perawat melakukan koordinasi terhadap semua pelayanan kesehatan yang diterima oleh keluarga dan bekerja sama dengan keluarga dalam perencanaan pelayanan keperawatan sebagai penghubung dengan institusi pelayanan kesehatan lainnya,supervise terhadap asuhan keperawatan yang dilaksanakan anggota tim. E. Peran Pembaru Perawat dapat berperan sebagai inavator terhadap individu keluarga dan masyarakat dalam merubah perilaku dan pola hidup yang berkaitan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. F. Peran Fasilitator Perawat merupakan tempat bertanya bagi masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan,diharapkan perawat dapat memberikan solusi mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Riset Diet Rendah Garam 2.1.1 Pengertian Yang dimaksud dengan garam dalam diet garam rendah adalah garam natrium seperti yang terdapat didalam garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO₃), bakin, natrium benzoat, dan vetsin (mono natrium glutamat). Asupan makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan, sehingga tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO (1990) menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekivalen dengan 2400 mg natrium). Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau asites dan atau hipertensi. Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, dekompensasio kordis, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial dapat menyebabkan gejala edema atau asites dan atau hipertensi. Dalam keadaan demikian asupan garam natrium perlu dibatasi. 2.1.2 Tujuan diet Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada hipertensi. 2.1.3 Syarat Diet Syarat-syarat diet garam rendah adalah : a. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin. b. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit. c. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan atau hipertensi BAB III PENGOLAHAN DATA & ANALISIS 3.1 Metode Pengumpulan Data & Analisis 3.1.1 Macam diet dan indikasi pemberian Diet garam rendah diberikan kepada pasien dengan edema atau asites dan atau hipertensi seperti yang terjadi pada penyakit dekompensasio kordis, sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, toksemia pada kehamilan, dan hipertensi esensial. Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai tingkat diet garam rendah, yakni : • Diet garam rendah I (200-400 mg Na) Diet garam rendah I diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya. • Diet garam rendah II (600-800 mg Na) Diet garam rendah II diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi tidak terlalu berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya dengan diet garam rendah I. • Diet garam rendah III (1000-1iet 200 mg Na) Diet garam rendah III diberikan pada pasien dengan edema dan atau hipertensi ringan. Pengelolaan makanan boleh menggunakan 4gr garam dapur. • Ukuran Rumah Tangga Bahan Makanan Berat (g) Urt Beras 300 5 gls nasi Daging 100 2 ptg sdg Telur ayam 50 1 btr Tempe 100 4 ptg sdg Kacang hijau 25 2½ sdm Sayuran 200 2 gls Buah 200 2 ptg sdg pepaya Minyak 25 2½ sdm Gula pasir 25 2½ sdm • Nilai Gizi Energi 2230 kkal Protein 75 g Lemak 53 g Karbohidrat 365 g Kalsium 500 mg Besi 24 mg Tiamin 1,2 mg Vitamin C 87 mg Natrium 305 mg • Pembagian Bahan Makanan Sehari Beras 140 g = 2 gls nasi Daging 50 g = 1 ptg sdg Tempe 50 g = 2 ptg sdg Sayuran 75 g = ¾ gls Buah 100 g = 1 ptg sdg pepaya minyak 10 g = 1 sdm PAGI SIANG & SORE Beras 70 g = 1 gls nasi Telur 50 g = 1 btr Sayuran 50 g = ½ gls Minyak 5 g = ½ sdm Gula pasir 10 g = 1 sdm P Pukul 10.00 WIB Kacang hijau 25 g = 2½ sdm Gula pasir 15 g = 1½ sdm • Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Bahan makanan Dianjurkan Tidak dianjurkan Sumber karbohidrat Beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut di atas tanpa garam dapur dan soda seperti: makaroni, mi, bihun, roti, biskuit, kue kering. Roti, biskuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan/atau baking powder dan soda. Sumber protein hewani telur maksimal 1 btr sehari Daging dan ikan maksimal 100 g sehari; telur maksimal 1 btr sehari. Otak, ginjal, lidah, sardin; daging, ikan, susu, dan telur yang diawet dengan garam dapur seperti daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, dan telur pindang. Sumber protein nabati Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur. Keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan natrium. Sayuran Semua sayuran segar; sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat. Sayuran yang dimasak dan diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, dan acar. Buah-buahan Semua buah-buahan segar; buah yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat. Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti buah dalam kaleng. Lemak Minyak goreng, margarin, dan mentega tanpa garam. Margarin dan mentega biasa. Minuman Teh, kopi. Minuman ringan. Bumbu Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium. Garam dapur sesuai ketentuan untuk Diet Garam Rendah II dan III. Garam dapur untuk Diet Garam Rendah I, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur seperti: kecap, terasi, maggi, sambal tomat, petis, dan tauco. • Contoh Menu Sehari PAGI SIANG MALAM Nasi Nasi Nasi Telur dadar Ikan acar kuning Daging pesmol Tumis kacang panjang Tahu bacam Keripik tempe Sayur lodeh Cah sayuran Pepaya Pisang Pukul 10.00 WIB Bubur kacang hijau BAB IV PENELITIAN 4.1 Hipotesa I – Diet Rendah Protein 4.1.1 Tujuan Diet Rendah Protein: Diet rendah protein bagi penderita mempunyai tujuan sebagai berikut: • Memberikan makanan dalam jumlah cukup tanpa memberatkan kerja ginjal. • Menurunkan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. • Mencegah/mengurangi penimbunan garam/air dalam tubuh. 4.1.2 Hal yang perlu diperhatikan dalam Diet Rendah Protein : • Asupan natrium dibatasi, terutama bila disertai hipertensi atau terjadi oedem, sulit/sedikit kencing (ikuti aturan diet rendah garam). • Kalori yang diberikan harus mencukupi agar protein dalam tubuh tidak dipakai sebagai sumber energi. 4.1.3 Makanan Yang harus dihindari dalam Diet Rendah Protein: • Makanan sumber protein nabati karena mempunyai mutu protein yang lebih rendah bila dibandingkan dengan protein hewani. Contoh: tahu, tempe, oncom, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedele, dll). 4.1.4 Makanan yang harus dibatasi dalam Diet Rendah Protein • Sumber protein hewani seperti daging, ayam, telur, ikan, hati, dan lain-lain • Susu dan keju • Makanan atau kue yang dibuat dari bahan tersebut di atas. 4.1.5 Makanan yang diperbolehkan dalam Diet Rendah Protein: • Buah-buahan. • Sayur-sayuran. • Makanan tinggi kalori rendah protein seperti sirup ,madu, ubi-ubian, kue nagasari, hunkwe, dll. 4.1.6 Tips dalam Diet Rendah Protein: • Makanan lebih baik dibuat dalam bentuk kering. • Bila jumlah urin sehari kurang dari normal, maka perlu membatasi minum. 4.2 Hipotesa II – Diet Hati 4.2.1 Pengertian Diet hati Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagain besar hasil pencernaan setelah diabsorpsi, langsung dibawa ke hati untuk disimpan atau diubah menjadi bentuk lain dan diangkut kebagian tubuh yang membutuhkan. 4.2.2 Tujuan Diet Hati Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal tanpa meberatkan fungsi hati. Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut atau meningkatkan fungsi jaringan hati. Mencegah katabolisme protein. Mencegah penurunaan berat badan atau meningkatkan berat badan. Mencegah atau mengurangi asites, varises esofagus, dan hipertesi portal. Mencegah koma hepatik. 4.2.3 Syarat Diet Hati • Energi Tinggi untuk mencegah pemecahan protein. • Lemak cukup. • Protein agak tinggi. • Vitamin dan mineral. • Natrium diberikan rendah. • Cairan diberikan biasa. • Untuk makanan lemak. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Jenis makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien 2. Variasi makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien 3. Cita rasa makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien B. Saran 1. Disarankan kepada staf keperawatan Gizi agar dapat melakukan penyuluhan dihari pertama kepada pasien, untuk memenuhi nutrisi gizi yang seimbang. 2. Cita rasa makanan yang bervariasi diharapakan dapat menambah selera makan pasien sehingga kebutuhan zat gizi yang seimbang sabagai bagian dari proses diet dapat terpenuhi. 3. Sebelum menyusun menu diawali dengan konsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu ►http://mohammadnabiels.wordpress.com/ ►http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011_01_01_archive.html ►http://sangrelawan.blogspot.com/2010/05/asupan-makanan-pada-pasien-rawat-inap.html Demikian hasil diskusi kelompok kami yang dapat kami paparkan mengenai “Peran Perawat Dalam Memberikan Kesehatan Gizi Seimbang Sesuai Dengan Diet Pasien’ yang menjadi pokok bahasan pada tugas ke -3 (tiga) Mata Kulaih Bahasa Indonesia #2 Tugas kelompok ini tentu masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena keterbatasan pengetahuan para penulis dan kurang referensi yang ada hubungannya dengan tugas kelompok yang kami buat. Semoga apa yang telah kami sampaikan dalam tugas kelompok Bahasa Indonesia, bisa menjadi tambahan ilmu bagi yang terkait ataupun para pembaca lainnya, Terima Kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan dan Sasaran
Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu. Walaupun manusia pada dasarnya adalah omnivora, namun suatu kelompok masyarakat biasanya memiliki preferensi atau pantangan terhadap beberapa jenis makanan.
Berbeda dalam penyebutan dibeberapa negara, dalam bahasa indonesia, kata “Diet” lebih sering ditunjukkan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu.
Dalam perkembangannya, diet dalam konteks upaya mengatur asupan nutrisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
●Menurunkan Berat (massa) badan misalnya bagi model atau aktris yang ingin menjaga penampilannya.
●Meningkatkan Berat (massa) badan misalnya bagi olahragawan atau atlet binaraga yang ingin meningkatkan massa otot.
●Pantang terhadap makanan tertentu misalnya bagi penderita diabetes(rendah karbohidrat dan gula).
Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik kualitas (fungsinya), maupun kuantitas (jumlahnya). Direktorat gizi Depkes pada tahun 1995 telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS).
Diet gizi seimbang adalah konsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil yang terdiri dari menu yang beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proprosi yang sesuai.
1.2 Hipotesa atau Masalah
Hipotesa atau masalah yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Asupan zat gizi seimbang pasien yang sesuai dengan pasien
2. Ketidasesuaian diet dengan konsumsi zat gizi seimbang pasien
3. Tingkat pengetahuan gizi seimbang yang sesuai dengan pasien
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan makan dan kesesuaian diet pasien. Membantu pasien dalam membuat kebijakan untuk memberikan pengetahuan gizi yang seimbang.
1.3 Ruang Lingkup telaah
Perawat merupakan profesi yang unik, profesi yang menangani respon manusia dalam menghadapi masalah kesehatan, dan secara esensial menyangkut kebutuhan dasar manusia.
Perawat harus dapat mengkaji kapan suati data indikasi adanya masalah, dan perlakan seperti apa untuk mengatasi masalah kesehatannya dan memenuho kebutuhna dasarnya.
Keperawatan pada dasarnya adalah human science and human care; dan caring menyangkut upaya memperlakukan klien secara manusiawi dan utuh sebagai manusia yang berbeda dari manusia lainnya (Watson, 1985).
1.3.1 Peran Perawat Sebagai Pendidik
A. Peran Edukator
1. Pembelajaran yang merupakan dasar dari semua tahap kesehatan dan tingkat pencegahan.
2. Perawat harus mampu mengajarkan tindakan peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit,memberikan info yang tepat tentang kesehatan.
B. Peran Pengamat Kesehatan
Mengkoordinir monitoring terhadap perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang menyangkut masalah kesehatan melalui kunjungan rumah,pertemuan, observasi, dan pengumpulan data.
C. Peran Koordinator Pelayanan Kesehatan
Mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan puskesmas dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim kesehatan lain sehingga pelayanan yang diberikan merupakan kegiatan yang menyeluruh.
D. Peran Koordinator
Perawat melakukan koordinasi terhadap semua pelayanan kesehatan yang diterima oleh keluarga dan bekerja sama dengan keluarga dalam perencanaan pelayanan keperawatan sebagai penghubung dengan institusi pelayanan kesehatan lainnya,supervise terhadap asuhan keperawatan yang dilaksanakan anggota tim.
E. Peran Pembaru
Perawat dapat berperan sebagai inavator terhadap individu keluarga dan masyarakat dalam merubah perilaku dan pola hidup yang berkaitan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.
F. Peran Fasilitator
Perawat merupakan tempat bertanya bagi masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan,diharapkan perawat dapat memberikan solusi mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Riset Diet Rendah Garam
2.1.1 Pengertian
Yang dimaksud dengan garam dalam diet garam rendah adalah garam natrium seperti yang terdapat didalam garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO₃), bakin, natrium benzoat, dan vetsin (mono natrium glutamat).
Asupan makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan, sehingga tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO (1990) menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekivalen dengan 2400 mg natrium).
Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau asites dan atau hipertensi. Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, dekompensasio kordis, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial dapat menyebabkan gejala edema atau asites dan atau hipertensi. Dalam keadaan demikian asupan garam natrium perlu dibatasi.
2.1.2 Tujuan diet
Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada hipertensi.
2.1.3 Syarat Diet
Syarat-syarat diet garam rendah adalah :
a. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin.
b. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.
c. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan atau hipertensi
BAB III
PENGOLAHAN DATA & ANALISIS
3.1 Metode Pengumpulan Data & Analisis
3.1.1 Macam diet dan indikasi pemberian
Diet garam rendah diberikan kepada pasien dengan edema atau asites dan atau hipertensi seperti yang terjadi pada penyakit dekompensasio kordis, sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, toksemia pada kehamilan, dan hipertensi esensial. Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai tingkat diet garam rendah, yakni :
• Diet garam rendah I (200-400 mg Na)
Diet garam rendah I diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya.
• Diet garam rendah II (600-800 mg Na)
Diet garam rendah II diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi tidak terlalu berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya dengan diet garam rendah I.
• Diet garam rendah III (1000-1iet 200 mg Na)
Diet garam rendah III diberikan pada pasien dengan edema dan atau hipertensi ringan. Pengelolaan makanan boleh menggunakan 4gr garam dapur.
• Ukuran Rumah Tangga
Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 300 5 gls nasi
Daging 100 2 ptg sdg
Telur ayam 50 1 btr
Tempe 100 4 ptg sdg
Kacang hijau 25 2½ sdm
Sayuran 200 2 gls
Buah 200 2 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2½ sdm
Gula pasir 25 2½ sdm
• Nilai Gizi
Energi 2230 kkal
Protein 75 g
Lemak 53 g
Karbohidrat 365 g
Kalsium 500 mg
Besi 24 mg
Tiamin 1,2 mg
Vitamin C 87 mg
Natrium 305 mg
• Pembagian Bahan Makanan Sehari
Beras 140 g = 2 gls nasi
Daging 50 g = 1 ptg sdg
Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 75 g = ¾ gls
Buah 100 g = 1 ptg sdg pepaya
minyak 10 g = 1 sdm
PAGI SIANG & SORE
Beras 70 g = 1 gls nasi
Telur 50 g = 1 btr
Sayuran 50 g = ½ gls
Minyak 5 g = ½ sdm
Gula pasir 10 g = 1 sdm
P
Pukul 10.00 WIB
Kacang hijau 25 g = 2½ sdm
Gula pasir 15 g = 1½ sdm
• Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan
Bahan makanan Dianjurkan Tidak dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut di atas tanpa garam dapur dan soda seperti: makaroni, mi, bihun, roti, biskuit, kue kering. Roti, biskuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan/atau baking powder dan soda.
Sumber protein hewani telur maksimal 1 btr sehari Daging dan ikan maksimal 100 g sehari; telur maksimal 1 btr sehari. Otak, ginjal, lidah, sardin; daging, ikan, susu, dan telur yang diawet dengan garam dapur seperti daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, dan telur pindang.
Sumber protein nabati Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur. Keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan natrium.
Sayuran Semua sayuran segar; sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat. Sayuran yang dimasak dan diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, dan acar.
Buah-buahan Semua buah-buahan segar; buah yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat. Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti buah dalam kaleng.
Lemak Minyak goreng, margarin, dan mentega tanpa garam. Margarin dan mentega biasa.
Minuman Teh, kopi. Minuman ringan.
Bumbu Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium. Garam dapur sesuai ketentuan untuk Diet Garam Rendah II dan III. Garam dapur untuk Diet Garam Rendah I, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur seperti: kecap, terasi, maggi, sambal tomat, petis, dan tauco.
• Contoh Menu Sehari
PAGI SIANG MALAM
Nasi Nasi Nasi
Telur dadar Ikan acar kuning Daging pesmol
Tumis kacang panjang Tahu bacam Keripik tempe
Sayur lodeh Cah sayuran
Pepaya Pisang
Pukul 10.00 WIB
Bubur kacang hijau
BAB IV
PENELITIAN
4.1 Hipotesa I – Diet Rendah Protein
4.1.1 Tujuan Diet Rendah Protein:
Diet rendah protein bagi penderita mempunyai tujuan sebagai berikut:
• Memberikan makanan dalam jumlah cukup tanpa memberatkan kerja ginjal.
• Menurunkan kadar ureum dan kreatinin dalam darah.
• Mencegah/mengurangi penimbunan garam/air dalam tubuh.
4.1.2 Hal yang perlu diperhatikan dalam Diet Rendah Protein :
• Asupan natrium dibatasi, terutama bila disertai hipertensi atau terjadi oedem, sulit/sedikit kencing (ikuti aturan diet rendah garam).
• Kalori yang diberikan harus mencukupi agar protein dalam tubuh tidak dipakai sebagai sumber energi.
4.1.3 Makanan Yang harus dihindari dalam Diet Rendah Protein:
• Makanan sumber protein nabati karena mempunyai mutu protein yang lebih rendah bila dibandingkan dengan protein hewani. Contoh: tahu, tempe, oncom, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedele, dll).
4.1.4 Makanan yang harus dibatasi dalam Diet Rendah Protein
• Sumber protein hewani seperti daging, ayam, telur, ikan, hati, dan lain-lain
• Susu dan keju
• Makanan atau kue yang dibuat dari bahan tersebut di atas.
4.1.5 Makanan yang diperbolehkan dalam Diet Rendah Protein:
• Buah-buahan.
• Sayur-sayuran.
• Makanan tinggi kalori rendah protein seperti sirup ,madu, ubi-ubian, kue nagasari, hunkwe, dll.
4.1.6 Tips dalam Diet Rendah Protein:
• Makanan lebih baik dibuat dalam bentuk kering.
• Bila jumlah urin sehari kurang dari normal, maka perlu membatasi minum.
4.2 Hipotesa II – Diet Hati
4.2.1 Pengertian Diet hati
Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagain besar hasil pencernaan setelah diabsorpsi, langsung dibawa ke hati untuk disimpan atau diubah menjadi bentuk lain dan diangkut kebagian tubuh yang membutuhkan.
4.2.2 Tujuan Diet Hati
Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal tanpa meberatkan fungsi hati.
Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut atau meningkatkan fungsi jaringan hati.
Mencegah katabolisme protein.
Mencegah penurunaan berat badan atau meningkatkan berat badan.
Mencegah atau mengurangi asites, varises esofagus, dan hipertesi portal.
Mencegah koma hepatik.
4.2.3 Syarat Diet Hati
• Energi Tinggi untuk mencegah pemecahan protein.
• Lemak cukup.
• Protein agak tinggi.
• Vitamin dan mineral.
• Natrium diberikan rendah.
• Cairan diberikan biasa.
• Untuk makanan lemak.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Jenis makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
2. Variasi makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
3. Cita rasa makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
B. Saran
1. Disarankan kepada staf keperawatan Gizi agar dapat melakukan penyuluhan dihari pertama kepada pasien, untuk memenuhi nutrisi gizi yang seimbang.
2. Cita rasa makanan yang bervariasi diharapakan dapat menambah selera makan pasien sehingga kebutuhan zat gizi yang seimbang sabagai bagian dari proses diet dapat terpenuhi.
3. Sebelum menyusun menu diawali dengan konsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu
►http://mohammadnabiels.wordpress.com/
►http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011_01_01_archive.html
►http://sangrelawan.blogspot.com/2010/05/asupan-makanan-pada-pasien-rawat-inap.html
Demikian hasil diskusi kelompok kami yang dapat kami paparkan mengenai “Peran Perawat Dalam Memberikan Kesehatan Gizi Seimbang Sesuai Dengan Diet Pasien’ yang menjadi pokok bahasan pada tugas ke -3 (tiga) Mata Kulaih Bahasa Indonesia #2
Tugas kelompok ini tentu masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena keterbatasan pengetahuan para penulis dan kurang referensi yang ada hubungannya dengan tugas kelompok yang kami buat.
Semoga apa yang telah kami sampaikan dalam tugas kelompok Bahasa Indonesia, bisa menjadi tambahan ilmu bagi yang terkait ataupun para pembaca lainnya, Terima Kasih.
Label:
Tugas Bahasa Indonesia
Jumat, 11 November 2011
Contoh Iklan Produk Kecantikan
WALET CREAM BIO DISC ONLY 250 RIBU !!!
ORDER SMS: 0838 9837 3340 (RESELLER WELCOME)
Cream wajah walet adalah cream herbal yg bs menjadikan kulit wajah putih mulus n awet muda (dalam waktu 3 minggu) dgn pemakaian rutin,bisa jg mengatasi keluhan seperti :
-jerawat dan bekas jerawat
-flek hitam
-pori2 besar
-kerutan dipinggir mata
-wajah kusam,kering/berminyak
Komposisi:
-air liur burung walet
-Derma White
-Extract Bengkuang
-Vit C
-UV-A
-UV-B
Cream ini tdk mengandung bahan yg berbahaya sprti Hydroquinon/Mercury..Insya Allah aman dan Halal.Formula yg sangat ringan,cocok utk penggunaan sehari2 dan tdk menyebabkan ketergantungan.
Cream wajah walet ini mengandung extract "liur burung walet".Cream ini jg memberi nutrisi pd kulit wajah,melindungi kulit dr paparan sinar matahari secara langsung.
Cream walet ini jg sudah banyak dijual oleh Clinic di Jakarta,cuma masalah packaging aja.
Satu paket terdiri dari :
Day cream,Night cream,bar soap+anti alergi(utk sebulan pemakaian)
CARA PAKAI =
1. cuci bersih wajah dg sabun walet
2. oleskan krim anti iritasi, diamkan 5-10 menit hingga meresap.
3. oleskan day cream (pada pagi hari) / night cream (pada malam hari sebelum tidur)
UNTUK HASIL YANG MAKSIMAL:
1. rutin mengaplikasikan 3 langkah tsb di atas selama 2 minggu berturut2 (minimal) dan melanjutkan pengobatan demi mendapatkan hasil kulit halus, bersih, putih merata.
2. dianjurkan u/ menghindari bedak padat+make-up tebal selama minimal 1-2 minggu, selanjutnya bisa memakai rangkaian make-up spt bedak tabur/ bedak padat whitening u/memutihkan / bedak padat acne u/anda yg berjerawat.
3. menjaga kebersihan wajah + rambut karena rambut yg kotor+berminyak jg bisa menjadi penyebab jerawat (terutama bagian poni)
MAU WAJAH ANDA BERSIH BERSERI??? dAPATKAN KRIM WALET SEKARANG JUGA
Label:
Tugas Bahasa Indonesia
Ringkas Pidato
Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik atau umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.
A. PENDAHULUAN
Peranan pidato dalam menyampaikan ide/informasi secara lisan kepada kelompok massa merupakan aktivitas yang sangat penting, baik pada masa lalu maupun pada masa mendatang. Seseorang yang sudah mahir berbicara di depan umum akan dengan mudah menguasai massa dan menawarkan ide-idenya agar dapat diterima orang lain.
Presiden pertama RI, Soekarno, dengan kemahirannya berpidato mampu menarik minat pendengar dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Dengan kepintarannya, beliau sanggup mempersatukan orang Indonesia yang beraneka ragam budaya, suku, dan agama. Lebih dari itu, beliau sanggup menghimpun kekuatan yang mahadasyat untuk mengusir penjajah dari bumi Nusantara.
Kenyataan menunjukkan seorang yang mahir berbicara di depan umum cenderung memiliki relasi yang luas dengan teman- temannya atau masyarakat. Sebaliknya, seorang yang “pendiam” cenderung terbatas pergaulannya.
B. ISI
Persiapan-persiapan yang dilakukan pada saat menyusun sebuah komposisi untuk disampaikan secara lisan pada umumnya sama dengan persiapan sebuah komposisi tertulis. Perbedaannya terletak dalam 2 hal :
> Dalam penyajian lisan perlu deperhatikan garak-gerik, sikap, hubungan langsung dengan hadirin, sedangkan dalam komposisi tertulis sama sekali tak diperhitungkan.
> Dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus didahulukan mana yang dapat diabaikan, ia harus mendengar seluruh uraian itu.
(i) Empat Metode Penyajian Oral :
a. Metode Improptu (serta-merta): metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Kesanggupan penyajian lisan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat,tetapi kegunaannya terbatas pada kesematan yang tidak terduga itu saja.
b. Metode Menghafal : Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan, tetai ditulis secara lengkap kemudian dihafal kata demi kata. Cara ini juga menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.
c. Metode Naskah : Sifatnya masih agak kaku,sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar. Kekurangan meted ini dapat diperkecil dengan latihan-latihan yang intensif.
d. Metode Ekstemporan ( tanpa persiapan naskah) : Metode ini sangat dianjurkan karena meruakan jalan tengah. Kadang-kadang disipakan konsep naskah bila pemicara berusaha bersungguh-sunguh untuk menjawa semua pertanyaan.
(ii) Persiapan Penyajian Lisan
Dalam garis besar, persiapan-persiapan yang dilakukan untuk sebuah komposisi lisan sama dengan menyiapkan komposisi tertulis. Tetapi dalam hal ini pembicara biasanya menghadapi suatu massa yang sudah diketahuinya terlebih dahulu. Sebab itu ada persoalan-persoalan yang harus mendapat perhatian pembicara untuk disiapkan dengan baik jauh sebelumnya.
Persiapan-persiapan untuk penyajian lisan,data dilihat melalui ketujuh langkah berikut :
1. Meneliti Masalah:
a. Menentukan maksud
b. Menganalisa pendengar dengan situasi
c. Memilih dan menyempitkan topic
2. Menyusun Uraian:
a. Mengumpulkan bahan
b. Membuat kerangka uraian
c. Menguraikan secara mendetail
3. Mengadakan Latihan:
a. Melatih dengan suara nyaring
Perubahan urutan dapat saja dilakukan dalam tiap kelompok, misalnya seorang pembicara yang diminta memberi sebuah ceramah dengan tidak ditentukan topik pembicaraan, akan berusaha pertama-tama menganalisa pendengar dan situasi, baru kemudian menentukan topik dan tujuannya.
(iii) Menentukan Maksud dan Topik
Setiap tulisan selalu menentukan topik tertentu yang ingin disampaikan kepada para hadirin, dan mengharapkan suatu reaksi tertentu dari para pembaca atau pendengar. Reaksi dari para hadirin atas topik dan tujuannya akan lansung dilihat dan dialami pada waktu itu juga.
Sebab itu dalam menentukan maksud sebuah uraian lisan, pembicara haus selalu memikirkan tanggapan apa yang dinginkan dari para pendengar. Topik dan tujuan pertama-tama merupakan persoalan dasar bagi tema uraian dan wujud tema itu sendiri, dan kedua,topic dan tujuan bertalian sangat erat dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar dengan mengemukakan tema tadi. Sering terjadi bahwa tujuan yang diinginkan pembicara memengaruhi pula pilihan atas suatu topic tertentu.
C. PENUTUP
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Dalam sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal kita harus Menciptakan suatu keadaan yang kondusif.
A. PENDAHULUAN
Peranan pidato dalam menyampaikan ide/informasi secara lisan kepada kelompok massa merupakan aktivitas yang sangat penting, baik pada masa lalu maupun pada masa mendatang. Seseorang yang sudah mahir berbicara di depan umum akan dengan mudah menguasai massa dan menawarkan ide-idenya agar dapat diterima orang lain.
Presiden pertama RI, Soekarno, dengan kemahirannya berpidato mampu menarik minat pendengar dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Dengan kepintarannya, beliau sanggup mempersatukan orang Indonesia yang beraneka ragam budaya, suku, dan agama. Lebih dari itu, beliau sanggup menghimpun kekuatan yang mahadasyat untuk mengusir penjajah dari bumi Nusantara.
Kenyataan menunjukkan seorang yang mahir berbicara di depan umum cenderung memiliki relasi yang luas dengan teman- temannya atau masyarakat. Sebaliknya, seorang yang “pendiam” cenderung terbatas pergaulannya.
B. ISI
Persiapan-persiapan yang dilakukan pada saat menyusun sebuah komposisi untuk disampaikan secara lisan pada umumnya sama dengan persiapan sebuah komposisi tertulis. Perbedaannya terletak dalam 2 hal :
> Dalam penyajian lisan perlu deperhatikan garak-gerik, sikap, hubungan langsung dengan hadirin, sedangkan dalam komposisi tertulis sama sekali tak diperhitungkan.
> Dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus didahulukan mana yang dapat diabaikan, ia harus mendengar seluruh uraian itu.
(i) Empat Metode Penyajian Oral :
a. Metode Improptu (serta-merta): metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Kesanggupan penyajian lisan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat,tetapi kegunaannya terbatas pada kesematan yang tidak terduga itu saja.
b. Metode Menghafal : Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan, tetai ditulis secara lengkap kemudian dihafal kata demi kata. Cara ini juga menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.
c. Metode Naskah : Sifatnya masih agak kaku,sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar. Kekurangan meted ini dapat diperkecil dengan latihan-latihan yang intensif.
d. Metode Ekstemporan ( tanpa persiapan naskah) : Metode ini sangat dianjurkan karena meruakan jalan tengah. Kadang-kadang disipakan konsep naskah bila pemicara berusaha bersungguh-sunguh untuk menjawa semua pertanyaan.
(ii) Persiapan Penyajian Lisan
Dalam garis besar, persiapan-persiapan yang dilakukan untuk sebuah komposisi lisan sama dengan menyiapkan komposisi tertulis. Tetapi dalam hal ini pembicara biasanya menghadapi suatu massa yang sudah diketahuinya terlebih dahulu. Sebab itu ada persoalan-persoalan yang harus mendapat perhatian pembicara untuk disiapkan dengan baik jauh sebelumnya.
Persiapan-persiapan untuk penyajian lisan,data dilihat melalui ketujuh langkah berikut :
1. Meneliti Masalah:
a. Menentukan maksud
b. Menganalisa pendengar dengan situasi
c. Memilih dan menyempitkan topic
2. Menyusun Uraian:
a. Mengumpulkan bahan
b. Membuat kerangka uraian
c. Menguraikan secara mendetail
3. Mengadakan Latihan:
a. Melatih dengan suara nyaring
Perubahan urutan dapat saja dilakukan dalam tiap kelompok, misalnya seorang pembicara yang diminta memberi sebuah ceramah dengan tidak ditentukan topik pembicaraan, akan berusaha pertama-tama menganalisa pendengar dan situasi, baru kemudian menentukan topik dan tujuannya.
(iii) Menentukan Maksud dan Topik
Setiap tulisan selalu menentukan topik tertentu yang ingin disampaikan kepada para hadirin, dan mengharapkan suatu reaksi tertentu dari para pembaca atau pendengar. Reaksi dari para hadirin atas topik dan tujuannya akan lansung dilihat dan dialami pada waktu itu juga.
Sebab itu dalam menentukan maksud sebuah uraian lisan, pembicara haus selalu memikirkan tanggapan apa yang dinginkan dari para pendengar. Topik dan tujuan pertama-tama merupakan persoalan dasar bagi tema uraian dan wujud tema itu sendiri, dan kedua,topic dan tujuan bertalian sangat erat dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar dengan mengemukakan tema tadi. Sering terjadi bahwa tujuan yang diinginkan pembicara memengaruhi pula pilihan atas suatu topic tertentu.
C. PENUTUP
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Dalam sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal kita harus Menciptakan suatu keadaan yang kondusif.
Label:
Tugas Bahasa Indonesia
Cyberbully
Sekilas Tentang Cyberspace
private x public space = cyberspace?
[ bit vs atom ]
Menurut pengertian yang sederhana, public space adalah ruang publik. Ruang yang digunakan oleh publik dan lazim diukur berdasarkan luas atau volume. Pada kenyataan aktual, benda-benda dalam public space berupa wujud fisik, kumpulan molekul dan atom.
Cyberspace (dari yunani: kubernan) adalah ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati melalui perwujudan virtual. Cyberspace merupakan ruang yang diwujudkan melalui (jaringan) komputer. Sifatnya digital dan direpresentasikan dalam satuan bit.
[ place without space ]
Seperti halnya hypertext dapat menghilangkan keterbatasan pencetakan halaman kertas, ruang di masa mendatang juga akan dibebaskan dari keterbatasan geografis. Kehidupan ala bit akan semakin mengurangi keharusan berada pada tempat dan waktu tertentu. Tempat itu sendiri menjadi relatif dan virtual sifatnya dapat berada dimana saja. Seseorang tidak perlu membawa badannya (baca: atom) naik mobil pergi ke kantor di tengah kota.Iia bisa log in dari kamar kerja di rumah dan bekerja secara elektronik (baca: bit). Lelah bekerja maka ia segera pergi ke cybermall, membeli barang, ngobrol dengan orang asing, dan barang yang aktual segera dikirim kerumah pada malam hari. Kantornya di rumah dan cybermall di ujung sana bisa hanya berupa satu set pc saja.
[ cyberspace sebagai public space ]
Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa makin banyak orang yang saling terhubung melalui komputer dan internet. Cyberspace terbuka penuh untuk digunakan oleh siapa saja. Ia mempunyai potensi sebagai public space.
[ cyberspace menggantikan public space ]
Saat informasi diperlakukan lebih dari sekedar data dua dimensi dan diwujudkan dalam virtual reality. Mekanisme manusiawi (sensor panca indera diteruskan oleh gelombang listrik melalui urat syaraf sampai kepada otak sebagai pusat data) digantikan oleh ritual digital (hubungan langsung computer dengan otak).
[ + cyberspace ]
Demokratis – dapat dinikmati oleh siapa saja dan desentralisasi
Tiga dimensi dengan orientasi kreatif
Tidak mengenal batas jarak, tempat dan waktu
Anti gravitasi
[ - cyberspace ]
Masalah privacy – anonymous
Ethics – code of conduct
Platform – cross communication
B. Cyberbully
Cyberbully merupakan aksi di mana pelaku bertindak di luar batas kepada orang lain dengan cara mengirim atau memposting materi yang dapat merusak kredibilitas, menghina atau melakukan serangan sosial dalam berbagai bentuk, dengan memanfaatkan internet atau teknologi digital lainnya sebagai medianya. Medianya bisa berupa SMS, e-mail, status di facebook, twitter, chatroom dan sebagainya, baik yang melalui komputer ataupun ponsel.
Di sejumlah negara maju, cyberbullying jadi salah satu subyek yang mendapat perhatian cukup serius dari para orang tua dan guru. Mereka khawatir anak-anak yang sering berselancar di internet akan menjadi korban aksi tak bertanggung jawab ini. Penyebab terjadinya cyberbullying bisa jadi karena dendam, kemarahan atau perasaan frustasi.
Bisa juga karena pelaku memang tidak punya kerjaan, sedangkan ‘mainan’ berbau teknologi banyak tersedia di sekeliling mereka jadinya iseng dan ingin mencari keributan. Atau bias jadi, pelaku adalah orang-orang yang di kehidupan nyatanya termasuk golongan ‘tidak dianggap’ atau tidak punya kekuatan, dengan melakukan cyber-bully mereka merasakan bagaimana rasanya jadi “orang yang berkuasa”. Hal yang sangat membahayakan dari cyberbully adalah, orang bisa merasa terlindung di balik anonimitas. Dan terbayangkan, ketika seseorang sudah berpikir ‘ah nggak ada yang tau ini’, maka dia bisa melakukan banyak hal .
Hal-hal yang menyebabkan Cyberbully:
1. Berkomunikasi dengan sembarang orang yang tidak kita kenal dijejaring social.
2. Sembarang mengupload atau mengirim foto ke jejaring social, karena dengan adanya internet foto dapat dengan mudah tersebar kemana-mana.
3. Menaruh email asli pada akun profile jejaring social kita.
4. Membuat password yang sederhana dan mudah di tebak (seperti nama pacr, nama anak, tanggal lahir, dan sebagainya).
5. Memberi password pada orang lain walaupun itu teman dekat kita sendiri.
Contoh-Contoh kasus Cyberbully:
Ketika seorang anak perempuan yang menghina temannya dengan menggunakan akun facebook atau twitter temannya yang lain. Tentu saja hal ini akan menjadi sebuah masalah.
Cyberbullying merupakan proses ketika anak-anak, disiksa, diancam, diganggu, atau dihina oleh anak-anak lainnya melalui internet, telepon seluler atau teknologi interaktif dan digital lainnya.
Cara Pencegahan Cyberbully:
1. Jangan merespon. Para pelaku bullying selalu menunggu-nunggu reaksi korban. Untuk itu, jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak lantas merasa diperhatikan.
2. Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini.
3. Adukan pada orang yang dipercaya. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orang tua, guru, atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.
4. Simpan semua bukti. Oleh karena aksi ini berlangsung di media digital, korban akan lebih mudah meng-capture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu.
5. Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk pesan instan, teks, atau komentar profil, gunakan toolpreferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika terjadi saatchatting, segera tinggalkan chatroom.
6. Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk yang dilakukan, seperti membicarakan orang lain, bergosip, atau memfitnah, akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying.
7. Jadilah teman, jangan hanya diam. Ikut meneruskan pesan fitnah atau hanya diam dan tidak berbuat apa-apa akan menyuburkan aksibullying dan menyakiti perasaan korban. Suruh pelaku menghentikan aksinya, atau jika pelaku tidak diketahui bantu korban menenangkan diri dan laporkan kasus tersebut ke pihak berwenang.
C. PENUTUP
Dalam berjejaring social pada saat ini, kita harus lah sangat berhati-hati. Beri peringatan tegas bahwa anda akan mengambil langkah hukum jika aksi tersebut terus berlangsung.
Selanjutnya Anda ajukan keluhan kepada provider internet ataupun operator ponsel yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti. Bila tindak cyber bullying sudah mengarah kepada tindak kekerasan, pemerasan atau pelecehan seksual, segera hubungi pihak kepolisian. Biarkan pihak berwajib yang menanganinya.
Benteng utama menangkis tindak cyber bullying tetaplah komunikasi efektif antar anggota keluarga. Perlu dijelaskan efek negatif dari penyertaan data-data pribadi ke dalam halaman situs jejaring sosial. Sebisa mungkin profile akun kita tidak menampilkan informasi yang terlalu jelas tentang tempat tinggal. Sehingga privasi seluruh anggota keluarga dapat terjamin tanpa perlu teror dari pihak manapun.
private x public space = cyberspace?
[ bit vs atom ]
Menurut pengertian yang sederhana, public space adalah ruang publik. Ruang yang digunakan oleh publik dan lazim diukur berdasarkan luas atau volume. Pada kenyataan aktual, benda-benda dalam public space berupa wujud fisik, kumpulan molekul dan atom.
Cyberspace (dari yunani: kubernan) adalah ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati melalui perwujudan virtual. Cyberspace merupakan ruang yang diwujudkan melalui (jaringan) komputer. Sifatnya digital dan direpresentasikan dalam satuan bit.
[ place without space ]
Seperti halnya hypertext dapat menghilangkan keterbatasan pencetakan halaman kertas, ruang di masa mendatang juga akan dibebaskan dari keterbatasan geografis. Kehidupan ala bit akan semakin mengurangi keharusan berada pada tempat dan waktu tertentu. Tempat itu sendiri menjadi relatif dan virtual sifatnya dapat berada dimana saja. Seseorang tidak perlu membawa badannya (baca: atom) naik mobil pergi ke kantor di tengah kota.Iia bisa log in dari kamar kerja di rumah dan bekerja secara elektronik (baca: bit). Lelah bekerja maka ia segera pergi ke cybermall, membeli barang, ngobrol dengan orang asing, dan barang yang aktual segera dikirim kerumah pada malam hari. Kantornya di rumah dan cybermall di ujung sana bisa hanya berupa satu set pc saja.
[ cyberspace sebagai public space ]
Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa makin banyak orang yang saling terhubung melalui komputer dan internet. Cyberspace terbuka penuh untuk digunakan oleh siapa saja. Ia mempunyai potensi sebagai public space.
[ cyberspace menggantikan public space ]
Saat informasi diperlakukan lebih dari sekedar data dua dimensi dan diwujudkan dalam virtual reality. Mekanisme manusiawi (sensor panca indera diteruskan oleh gelombang listrik melalui urat syaraf sampai kepada otak sebagai pusat data) digantikan oleh ritual digital (hubungan langsung computer dengan otak).
[ + cyberspace ]
Demokratis – dapat dinikmati oleh siapa saja dan desentralisasi
Tiga dimensi dengan orientasi kreatif
Tidak mengenal batas jarak, tempat dan waktu
Anti gravitasi
[ - cyberspace ]
Masalah privacy – anonymous
Ethics – code of conduct
Platform – cross communication
B. Cyberbully
Cyberbully merupakan aksi di mana pelaku bertindak di luar batas kepada orang lain dengan cara mengirim atau memposting materi yang dapat merusak kredibilitas, menghina atau melakukan serangan sosial dalam berbagai bentuk, dengan memanfaatkan internet atau teknologi digital lainnya sebagai medianya. Medianya bisa berupa SMS, e-mail, status di facebook, twitter, chatroom dan sebagainya, baik yang melalui komputer ataupun ponsel.
Di sejumlah negara maju, cyberbullying jadi salah satu subyek yang mendapat perhatian cukup serius dari para orang tua dan guru. Mereka khawatir anak-anak yang sering berselancar di internet akan menjadi korban aksi tak bertanggung jawab ini. Penyebab terjadinya cyberbullying bisa jadi karena dendam, kemarahan atau perasaan frustasi.
Bisa juga karena pelaku memang tidak punya kerjaan, sedangkan ‘mainan’ berbau teknologi banyak tersedia di sekeliling mereka jadinya iseng dan ingin mencari keributan. Atau bias jadi, pelaku adalah orang-orang yang di kehidupan nyatanya termasuk golongan ‘tidak dianggap’ atau tidak punya kekuatan, dengan melakukan cyber-bully mereka merasakan bagaimana rasanya jadi “orang yang berkuasa”. Hal yang sangat membahayakan dari cyberbully adalah, orang bisa merasa terlindung di balik anonimitas. Dan terbayangkan, ketika seseorang sudah berpikir ‘ah nggak ada yang tau ini’, maka dia bisa melakukan banyak hal .
Hal-hal yang menyebabkan Cyberbully:
1. Berkomunikasi dengan sembarang orang yang tidak kita kenal dijejaring social.
2. Sembarang mengupload atau mengirim foto ke jejaring social, karena dengan adanya internet foto dapat dengan mudah tersebar kemana-mana.
3. Menaruh email asli pada akun profile jejaring social kita.
4. Membuat password yang sederhana dan mudah di tebak (seperti nama pacr, nama anak, tanggal lahir, dan sebagainya).
5. Memberi password pada orang lain walaupun itu teman dekat kita sendiri.
Contoh-Contoh kasus Cyberbully:
Ketika seorang anak perempuan yang menghina temannya dengan menggunakan akun facebook atau twitter temannya yang lain. Tentu saja hal ini akan menjadi sebuah masalah.
Cyberbullying merupakan proses ketika anak-anak, disiksa, diancam, diganggu, atau dihina oleh anak-anak lainnya melalui internet, telepon seluler atau teknologi interaktif dan digital lainnya.
Cara Pencegahan Cyberbully:
1. Jangan merespon. Para pelaku bullying selalu menunggu-nunggu reaksi korban. Untuk itu, jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak lantas merasa diperhatikan.
2. Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini.
3. Adukan pada orang yang dipercaya. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orang tua, guru, atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.
4. Simpan semua bukti. Oleh karena aksi ini berlangsung di media digital, korban akan lebih mudah meng-capture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu.
5. Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk pesan instan, teks, atau komentar profil, gunakan toolpreferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika terjadi saatchatting, segera tinggalkan chatroom.
6. Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk yang dilakukan, seperti membicarakan orang lain, bergosip, atau memfitnah, akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying.
7. Jadilah teman, jangan hanya diam. Ikut meneruskan pesan fitnah atau hanya diam dan tidak berbuat apa-apa akan menyuburkan aksibullying dan menyakiti perasaan korban. Suruh pelaku menghentikan aksinya, atau jika pelaku tidak diketahui bantu korban menenangkan diri dan laporkan kasus tersebut ke pihak berwenang.
C. PENUTUP
Dalam berjejaring social pada saat ini, kita harus lah sangat berhati-hati. Beri peringatan tegas bahwa anda akan mengambil langkah hukum jika aksi tersebut terus berlangsung.
Selanjutnya Anda ajukan keluhan kepada provider internet ataupun operator ponsel yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti. Bila tindak cyber bullying sudah mengarah kepada tindak kekerasan, pemerasan atau pelecehan seksual, segera hubungi pihak kepolisian. Biarkan pihak berwajib yang menanganinya.
Benteng utama menangkis tindak cyber bullying tetaplah komunikasi efektif antar anggota keluarga. Perlu dijelaskan efek negatif dari penyertaan data-data pribadi ke dalam halaman situs jejaring sosial. Sebisa mungkin profile akun kita tidak menampilkan informasi yang terlalu jelas tentang tempat tinggal. Sehingga privasi seluruh anggota keluarga dapat terjamin tanpa perlu teror dari pihak manapun.
Label:
Tugas Bahasa Indonesia
Sabtu, 29 Oktober 2011
Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa negara dan Bahasa nasional
Kedudukan Bahasa Indonesia dalam Bahasa Nasional
Pada Tanggal 28 Oktober 1928 telah Dinyatakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dimana pada hari itu adalah hari sumpah pemuda, yang memilki fungsi-fungsi sebagai berikut :
1. B. Indonesia sebagai Identitas Nasional.
2. B. Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.
3. B. Indonesia sebagai alat komunikasi.
4. B. Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
1. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dengan digunakan nya bahasa indonesia dalam Sumpah Pemuda. Yang berbunyi sebagai berikut :
Pada Tanggal 28 Oktober 1928 telah Dinyatakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dimana pada hari itu adalah hari sumpah pemuda, yang memilki fungsi-fungsi sebagai berikut :
1. B. Indonesia sebagai Identitas Nasional.
2. B. Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.
3. B. Indonesia sebagai alat komunikasi.
4. B. Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
1. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dengan digunakan nya bahasa indonesia dalam Sumpah Pemuda. Yang berbunyi sebagai berikut :
Label:
Tugas Bahasa Indonesia
Penyebaran Informasi Melalui Jejaring Sosial
Jejaring sosial memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya. Tergantung mereka menggunakan dan mengaplikan jejaring sosial itu sendiri untuk apa. Kerena pada dasarnya disini kita mudah untuk menyebarkan informasi. Contohnya saja jejaring sosial yang buming saat-saat ini seperti facebook dan twitter. Jutaan orang menggunakan jaringan ini, ada yang hanya sekedar update status dan ada juga yang memanfaatkanya untuk media iklan. Tetapi banyak juga yang menggunakanya untuk media penipuan dan penyebaran informasi yang tidak bermanfaat.Ingat apa yang dipublish akan kita pertanggung jawabkan. Ada undang-undang yang mengatur tentang penyebaran informasi melalui elektronik ini. Sebaiknya gunakan lah jejaring sosial ini untuk hal yang bermanfaat. Carilah teman sebanyak-banyaknya dan jadikan juga sebagai media bisnis.
Label:
Tugas Bahasa Indonesia
Senin, 17 Oktober 2011
Ragam Bahasa
A. Ragam bahasa berdasarkan media/sarana
Ragam bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Ragam bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Label:
Tugas Bahasa Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)

